Jumat, 14 Februari 2014

Kehidupan Pada Masa Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara

TUGAS SEJARAH INDONESIA
 Kehidupan Pada Masa Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara


Disusun Oleh :
Nama          : Abiyyu Hilmy Abdurrahman
No     : 02
Kelas : X MIA 3

SMA N 1 WONOSARI
Jl. Brigjen Katamso No. 4 Wonosari, Gunungkidul
Tahun Ajaran 2013/2014



KATA PENGANTAR
            Puji syukur atas segala rahmat dan karunia Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah memberi  berkat dan rahmat – Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah  Tugas Sejarah Indonesia ini tanpa ada halangan suatu apapun. Tiada dipungkiri dan dilupakan bahwa sebenarnyalah hanya Tuhan Allah sumber ilmu dan pengetahuan sejati, di mana dari situlah manusia membangun rasa, karsa, dan cipta.
            Tugas ini berisikan tentang informasi pengertian atau yang lebih khususnya membahas proses kehidupan pada masa Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara. Tugas ini saya susun secara sistematis dan praktis. Saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan data-data yang saya peroleh dari berbagai sumber.
Tidak terlalu berlebihan bila di sini saya dengan tulus hati menyampaikan rasa terimakasih atas segala budi baik yang telah saya terima.
Dalam punyusunan makalah ini saya menyadari banyak kekurangan baik dari segi materi, teknik penyampaian, penyusunan dan pencetakannya. Oleh sebab itu saya sebagai penulis mengharap kritik dan saran yang membangun bagi diri penulis guna perbaikan lebih lanjut.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.


                                                                                                            Penyusun


                                                                                              Abiyyu Hilmy Abdurrahman




BAB I
PENDAHULUAN
·        Latar Belakang
            Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai diperkirakan muncul pada abad 5 M atau ± 4 M. Berdasarkan sumber-sumber berita yang berhasil ditemukan menunjukkan bahwa kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam.
            Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah.
            Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya, Kerajaan Kutai memiliki wilayah yang sangat luas, yaitu hampir sebagian wilayah Kalimantan.
            Setelah Kerajaatn Kutai berkembang di Kalimantan Timur, di Jawa bagian barat muncul Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan terletak tidak jauh dari pantai utara Jawa bagian Barat. Berdasarkan prasasti-prasati yang ditumkan letak pusat Kerajaan Tarumanegara tidak jauh dari sungai Cisadane. Kalau menginat namanya Tarumanegara dan kata taruma mungkin berkaitan dengan kata tarum yang artinya nila. Kata tarum dipakai sebagai nama sungai di Jawa Barat, yakni sungai Citarum. Mungkin juga letak Tarumanegara dekat dengan aliran sungai Citarum. Kwmudian berdasarkan Prasasti Tugu, Purbacaraka memperkirakan pusatnya ada di daerah bekasi.
            Sumber sejarah Tarumanegara yang utama adalah beberapa prasasti yang telah ditemukan. Berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Tarumanegara, telah ditemukan tujuh buah prasasti. Prasasti-Prasasti itu berupa huruf pallawa dan berbahasa Sansekerta.

·         Rumusan Masalah
1.      Bagaimana kehidupan pada masa Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara?
2.      Apa hikmah yang dapat kita pelajari dari belajar kehidupan pada masa Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara?
           
·         Tujuan
1.      Untuk membantu mempermudah pembelajaran, serta melengkapi pematerian
2.      Kita bisa mengenal dan mengetahui sejarah Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara
3.      Dapat mengetahui kehidupan pada masa Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara
4.      Tugas Sejarah Indonesia















BAB II
PEMBAHASAN
1.     Kerajaan Kutai

·         Kehidupan Ekonomi
            Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan telah menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian. 

·         Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut adalah sebagai berikut:
Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur.
Masyarakat di Kerajaan Kutai memiliki kemampuan beradaptasi dengan budaya luar (India), mengikuti pola perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.

·         Kehidupan Budaya
            Sementara itu dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

·         Kehidupan Agama
            Dari penggunaan bahasa Sansekerta dan pemberian hadiah sapi, disimpulkan bahwa dalam masyarakat Kutai terdapat golongan Brahmana, golongan yang sebagaimana juga di India memegang monopoli penyebaran dan upacara keagamaan.
            Masyarakat Kutai juga dikenal menjunjung tinggi spirit keagamaan dalam kehidupan kebudayanya. Penyebutan Brahmana sebagai pemimpin spiritual dan ritual keagamaan dalam yupa-prasasti yang mereka tulis dahulu, menguatkan kesimpulan itu.

2.     Kerajaan Tarumanegara

·         Kehidupan Politik
            Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawaman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini merupakan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah–sawah pertanian rakyat.

·         Kehidupan Sosial
            Kehidupan sosial kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum Brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. Lapisan masyarakat Tarumanegara di duga terdiri dari :
a.      Keluarga raja dan kaum bangsawan (pangeran) yang memerintah kerajaan
b.      Kaum Brahmana yang memimpin upacara agama dan mengembangkan                                                         agama        Hindu.
c.       Rakyat yang terdiri dari pemburu, pedagang, petani, pelayar,     penambang,   peternak .
d.      Budak-budak.

·         Kehidupan Ekonomi
            Prasasti Tugu menyatakan bahwa raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar bagi masyarakat, karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu lintas pelayaran perdagangan antar daerah di kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar, juga perdagangan daerah disekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonimian masyarakat kerajaan Tarumanegara sudah teratur. Mata pencaharian rakyatTarumanegara di perkirakan          
1.      Perburuan disimpulkan dari adanya perdagangan cula badak dan gading           gajah dengan cina.
2.      Pertambangan disimpulkan dari banyaknya perdagangan emas dan perak.
3.      Perikanan disimpulkan dari adanya perdagangan penyu, disamping       menangkap      penyu juga                 menangkap ikan.
4.      Pertanian disimpulkan dari penggalian kali untuk mengairi sawah–sawah.
5.      Perdagangan di simpulkan dari adanya hubungan dagang dengan cina.
6.      Pelayaran disimpulkan dari pengiriman utusan ke cina.
7.      Peternakan di simpulkan dari hadiah 1.000 ekor sapi dari Purnawarman

·         Kehidupan Budaya
            Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf–huruf dari prasasti–prasasti yang ditemukan sebagai titik kebesaran kerajaan Tarumanegara, dapat diketahui dapat tingkat kebudayaaan masyarakat pada masa itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti–prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.














BAB III
PENUTUP
·        Runtuhnya Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara
            Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute).Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama.Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
            Sedangkan runtuhnya Tarumanegara belum dapat di ketahui pasti, namun kerajaan Tarumanegara masih mengirimkan utusannya ke cina sampai tahun 669 M. setelah itu tidak di dapatkan lagi berita. Kemungkinan Tarumanegara di taklukan Sriwijaya (sepertihalnya terlulis dalam Prasasti Prasasti Karang berahi). Sehingga dapat di duga runtuhnya Tarumanegara sekitar + tahun 669 M oleh serangan Sriwijaya
·        Kesimpulan
            Kerajaan Kutai adalah kerajaan tertua dan berlokasi di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam.  Dalam kehidupan sosial antar Raja dan kaum Brahmana sangat dekat/harmonis. Ada tiga raja yang mempimpin Kerajaan Kutai menurut Prasasti Yupa. Kutai yang sangat geografis dan strategis untuk jalur dagang dan pertanian yang tak kalah makmur.
                        Dari segi kebudayaan di Kerajaan Kutai terbilang maju. Pasalnya, di sana terselenggara Upacara Vratyastoma  atau  penghinduan bagi umat agama Hindu.  Di aspek agama yang tertera di prasasti juga menjelaskan masyarakat menjunjung tinggi spirit agama dalam budaya.
            Pengaruh kebudayaan India di Indonesia tidak hanya menunjuk pada perkembangan ajaran Hindu – Budha, tetapi juga pada aspek lain missal aspek politik, ekonomi, sosial budaya       dan      lain      sebagainya.
            Dalam proses akulturasi, Indonesia sangat berperan aktif. Hal ini terlihat dari peninggalan – peninggalan yang tidak sepenuhnya merupakan hasil jiplakan kebudayaan India
Meskipun corak dan sifat kebudayaan di pengaruhi India. Namun dalam perkembangannya Indonesia mampu menghasilkan kebudayaan kepribadian sendiri 

Kalau mau copas jangan lupa sumbernya yaaaa.........
· 
 :-D :-) ;-)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar