Kronologi
Kronologi adalah
catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya.
Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu
peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga membantu
untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di tempat berbeda
yang terkait peristiwanya.
Diakronik
Sejarah adalah proses, dalam kata lain
sejarah adalah perkembangan. Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronik
yang berasal dari kata diachronich; (dia dalam bahasa latin artinya melalui dan
chronicus artinya waktu). Sejarah disebut ilmu diakronik, sebab sejarah
meneliti gejala-gejala yang memanjang dalam waktu, tetapi dalam ruang yang
terbatas.
·
Contoh:
Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920
Terjadinya Perang Diponegaro, 1925-1930
· Cara
berfikir kronologis diakronis dalam mempelajari sejarah
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan
sesuai dengan waktu terjadinya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat
membantu merekonstruksi
kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat
juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di
tempat berbeda yang terkait peristiwanya.
Sinkronik
Sinkronis
artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur) artinya
ilmu sosial meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronis
menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya. Ini tidak berusaha
untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang berkontribusi pada
kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis suatu
kondisi seperti itu.
·
Contoh: satu mungkin menggunakan pendekatan sinkronis
untuk menggambarkan keadaan ekonomi di Indonesia pada suatu waktu tertentu, menganalisis struktur dan fungsi
ekonomi hanya pada keadaan tertentu dan pada di saat itu.
· Cara berfikir sinkronik
Sedangkan ilmu sosial itu
sinkronik (menekankan struktur) artinya ilmu sosial meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronik menganalisa
sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada
waktunya. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan
peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis suatu kondisi seperti itu. Ada juga yang menyebutkan ilmu
sinkronik, yaitu ilmu yang meneliti gejala - gejala yang meluas dalam ruang
tetapi dalam waktu yang terbatas.
Keterkaitan antara Diakronik dan Sinkronik
Kedua
ilmu ini saling berhubungan ( ilmu sejarah dan ilmu – ilmu sosial
). Kita ingin mencatat bahwa ada persilangan antara sejarah yang diakronis
dan ilmu sosial lain yang sinkronis Artinya ada kalanya sejarah menggunakan
ilmu sosial, dan sebaliknya, ilmu sosial menggunakan sejarah Ilmu diakronis
bercampur dengan sinkronis.
Mendeskripsikan
Konsep Ruang dan Waktu
Ø Konsep Ruang
·
Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu.
·
Ruang
merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa - peristiwa sejarah dalam
perjalanan waktu.
·
Penelaahan
suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang
waktu terjadinya peristiwa tersebut.
·
Jika waktu
menitik beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang
menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi.
Ø Konsep Waktu
·
Masa lampau
itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau
bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup.
·
Masa lampau
itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau
manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab
sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan
gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan
yang lebih baik di masa mendatang.
·
Sejarah
dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan
masa yang akan dating.
Keterkaitan
Konsep Ruang dan Waktu dalam Sejarah
· Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak
dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia
sebagai subyek atau pelaku sejarah.
· Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan
tempat dan waktu kejadian.
· Manusia selama hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur
tempat dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu
sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup ( beraktivitas ).
Keterkaitan
dengan terbentuknya kepulauan di Indonesia
Salah satu teori ilmiah tentang terbnetuknya
bumi adalah Teori “Dentuman Besar” (Big Bang), seperti dikemukakan oleh
sejumlah ilmuan seperti ilmuan besar Inggris, Stephen Hawking. Teori ini
menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi
seluruh ruang jagad raya, jika digunakan teleskop besar Mount Wilson untuk
mengamatinya akan terlihat ruang itu yang luasnya mencapai 500.000.000 tahun
cahaya. Gumplana gas itu meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat,
setelahnya materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain
dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi
berupa proton, neutron, dan elektron, yang bertebaran ke seluruh arah.
Akibat dentuman tersebut terbentuklah
sekitar 85% daratan yang saling menyatu sama lain. Namun, akibat terus
berputarnya waktu ke waktu terjadilah pergeseran lempeng yang menyebabkan
beberapa daratan yang ada di bumi terpisah. Begitu pula waktu selanjutnya,
namun selang waktu memisahnya daratan tersebut memerlukan waktu yang sangat
lama dan bisa mencapai jutaan tahun bahkan lebih. Lalu terbentuklah benua, yang
kemudian menjadi negara yang salah satunya Indonesia yang terbentuk di masa mesozoikum
(zaman purba tengah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar